Materi PPG Kemenag Mata Pelajaran Pedagogik Guru Kelas

Materi PPG Kemenag Mata Pelajaran Pedagogik Guru Kelas

Materi PPG Kemenag Mata Pelajaran Pedagogik Guru Kelas merupakan Modul PPG Guru Kelas Madrasah dalam rangka Sertifikasi Guru (Sergur) Kemenag yang diterbitkan sebagai Modul PPG Khusus Guru Madrasah Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas Madrasah dan diharapkan dapat menjadi salah satu media belajar dalam bentuk Modul Persiapan PPG Kemenag Mapel Guru Kelas Madrasah
Materi PPG Kemenag Mata Pejaran Guru Kelas Madrasah, Modul PPG Guru Kelas Madrasah Sertifikasi Guru (Sergur) Kemenag, Modul PPG Khusus Guru Madrasah Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas Madrasah, Modul Persiapan PPG Kemenag Mapel Guru Kelas Madrasah

Pada Modul PPG Kemenag Materi Pedagogik Guru Kelas Madrasah ini Anda akan mempelajari dan mengkaji teori dan konsep tentang pedagogik untuk pendidikan dasar secara umum. Materi pada modul ini merupakan pengembangan untuk menyiapkan guru Sekolah dasar dalam mempersiapkan diri sebagai guru professional. Materi yang harus anda kuasai dalam modul 1 ini tebagi dalam empat kegiatan belajar, yaitu: 1. Teori Belajar dan Pembelajaran 2. Karakteristik Pembelajaran Tematik 3. Model Pembelajaran Tematik 4. Pengembangan Pembelajaran Tematik

Buku Modul PPG Guru Kelas Madrasah Sertifikasi Guru (Sergur) Kemenag ini disusun berdasarkan materi di atas. Materi dalam modul Pedagogik memiliki cakupan cukup luas yang meliputi kajian tentang teori hingga aplikasi dalam pembelajaran di kelas. Melalui pembahasan secara integratif tematik maka diharapkan guru kelas SD dapat memamahi pedagogik seorang guru Sekolah Dasar secara utuh untuk dapat diajarkan kepada peserta didik. Untuk menguasai kompetensi pedagogik, seorang guru diantaranya harus dapat menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif.

Menurut Hudoyo (1988) belajar merupakan suatu usaha yang berupa kegiatan hingga terjadi perubahan tingkah laku yang relatif lama dan tetap. Kegiatan yang dimaksud itu dapat diamati dengan adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Di sekolah, perubahan tingkah laku itu ditandai oleh kemampuan siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilannya. Adapun teori merupakan prinsip umum yang didukung oleh data dengan maksud untuk menjelaskan sekumpulan fenomena.

Proses pembelajaran PPG 2019 pada modul Pendalaman Materi Pedagogik yang sedang Bapak/Ibu ikuti sekarang ini, dapat berjalan dengan lebih lancar bila Bapak/Ibu mengikuti langkah-langkah belajar sebagai berikut : 1. Pahami dulu mengenai berbagai kegiatan penting dalam PPG 2019 mulai tahap awal sampai akhir. 2. Lakukan kajian terhadap proses pembelajaran tematik untuk sekolah dasar yang telah ada dan yang telah dilakukan di tempat kerja Bapak/Ibu, sebagai contoh atau acuan.

Materi Modul PPG Kemenag Mata Pejaran Pedagogik Guru Kelas Madrasah, Modul PPG Guru Kelas Madrasah Sertifikasi Guru (Sergur) Kemenag, Modul PPG Khusus Guru Madrasah Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas Madrasah, Modul Persiapan PPG Kemenag Mapel Guru Kelas Madrasah ini dapat anda download pada tautan yang ada di bawah

Materi PPG Kemenag Mata Pelajaran Pedagogik Guru Kelas


3. Pelajari terlebih dahulu Kegiatan Belajar 1 dan lakukan latihan menyusun modul dengan mengambil suatu contoh modul. 4. Keberhasilan proses pembelajaran Bapak/Ibu dalam mata diklat ini sangat tergantung kepada kesungguhan Bapak/Ibu dalam mengerjakan latihan. Untuk itu, berlatihlah secara mandiri atau berkelompok dengan teman sejawat. 5. Bila Bapak/Ibu menemui kesulitan, silakan hubungi instruktur pembimbing atau fasilitator yang mengajar.

Baiklah Bapak/Ibu perserta PPG 2019 selamat mempelajari Modul PPG Khusus Guru Madrasah Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas Madrasah. Semoga Bapak/Ibu sukses memahami pengetahuan yang diuraikan materi pendalaman Pedagogik ini menjadi bekal bertugas guru SD/MI dengan baik.

Tujuan penulisan Modul Persiapan PPG Kemenag Mapel Guru Kelas Madrasah ini adalah untuk memfasilitasi para guru meningkatkan kompetensi pedagogik, khususnya tentang teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran. Melalui modul ini diharapkan guru dapat menjadi sosok yang mandiri, profesional, kreatif, unggul, berprestasi dan selalu menjadi pembelajar sepanjang hayat

Setelah guru peserta diklat belajar dengan modul ini dengan kerja keras, kreatif, kerja sama dan tanggung jawab, diharapkan dapat: 1. Menjelaskan manfaat mempelajari teori belajar dengan baik 2. Menjelaskan hakekat belajar berbagai teori belajar dengan benar 3. Menjelaskan peran hakekat belajar untuk merumuskan berbagai teori belajar dengan tepat. 4. Membedakan aliran teori belajar, yaitu behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanisme dengan tepat. 5. Membuat kegiatan pembelajaran berdasarkan teori belajar behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme dan humanisme

Untuk menguasai kompetensi pedagogik, seorang guru diantaranya harus dapat menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif. Menurut Hudoyo (1988) belajar merupakan suatu usaha yang berupa kegiatan hingga terjadi perubahan tingkah laku yang relatif lama dan tetap. Kegiatan yang dimaksud itu dapat diamati dengan adanya interaksi individu dengan lingkungannya.

Di sekolah, perubahan tingkah laku itu ditandai oleh kemampuan siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilannya. Adapun teori merupakan prinsip umum yang didukung oleh data dengan maksud untuk menjelaskan sekumpulan fenomena. Dengan demikian berdasarkan pengertian belajar dan teori tersebut, secara ringkas dapat dikatakan teori belajar merupakan hukumhukum/prinsip-prinsip umum yang melukiskan kondisi terjadinya belajar.

Teori belajar dapat merupakan sumber hipotesis, kunci dan konsepkonsep sehingga pengajar dapat lebih efektif dalam melaksanakan pembelajaran. Teori belajar akan sangat membantu pengajar dalam membelajarkan siswa. Dengan memahami teori belajar, pengajar akan memahami proses terjadinya belajar pada manusia. Pengajar akan mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga siswa dapat belajar dengan optimal.

Tidak ada satupun teori yang dapat menjelaskan secara tuntas semua seluk beluk belajar manusia. Oleh sebab itu dalam mengaplikasikan teori belajar, hendaknya tidak terpaku pada satu atau dua teori belajar tertentu saja, melainkan disesuaikan dengan kondisi faktual, keberagaman, tingkat perkembangan dan sasaran serta tujuan belajar. Untuk lebih mengoptimalkan hasil pembelajaran, guru perlu memadukan beberapa teori belajar.

Namun harus diperhatikan bahwa tidak semua teori belajar dapat dipadukan, karena berangkat dari asumsi-asumsi yang berbeda dalam penyusunan teori belajar tersebut. 1. Teori Belajar dalam Aliran Behaviorisme Paham behaviorisme berkonsentrasi pada studi tentang tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Teori belajar behaviorisme menjelaskan bahwa pikiran merupakan kotak hitam yang tidak dapat diamati.

Untuk mengunduh Materi Pedagogik PPG Kemenag Mata Pejaran Guru Kelas Madrasah, Modul PPG Guru Kelas Madrasah Sertifikasi Guru (Sergur) Kemenag, Modul PPG Khusus Guru Madrasah Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas Madrasah, Modul Persiapan PPG Kemenag Mapel Guru Kelas Madrasah ini silahkan menuju ke bawah pada tautan di akhir artikel.

Oleh karenanya, teori ini mengabaikan proses berpikir yang terjadi dalam pikiran. a. Teori Pengkondisian oleh Pavlov Ivan Pavlov terkenal dengan teori Classical Conditioning atau pengkondisian klasik. Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginkan. Pavlov menjelaskan teori pengkondisian klasik menjadi 4 proses yaitu: 1) fase akuisisi, 2) fase eliminasi, 3) fase generalisasi, dan 4) fase deskriminasi.

Pelaksananaan pembelajaran dengan menggunakan teori belajar dari Pavlov, misalnya agar siswa menguasai materi tertentu, siswa diberikan stimulus tertentu yang dikondisikan. Misalnya belajar tentang mengidentifikasikan ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup pada mata pelajaran IPA. Guru memberikan soal kepada siswa, bila siswa dapat menjawab dengan benar, diberi hadiah berupa tambahan nilai. Diharapkan dengan hadiah tersebut anak akan semakin semangat belajar, sehingga belajar dapat menjadi kebiasaan.

Jika telah menjadi kebiasaan, walaupun pada akhirnya tidak diberikan hadiah lagi, siswa tetap semangat untuk belajar. b. Teori Koneksionisme oleh Thorndike Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Dalam pembelajaran di sekolah, guru mengajukan pertanyaan (S), siswa menjawab pertanyaan guru (R). Guru memberikan Pekerjaan Rumah (S) dan siswa mengerjakannya (R).

Hal tersebut berarti belajar adalah upaya membentuk hubungan stimulus dan respon sebanyakbanyaknya, sehingga paham ini disebut paham koneksionisme. Thorndike menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : 1) Hukum Kesiapan (law of readiness), 2) Hukum Latihan (law of exercise), 3) Hukum Akibat (law of effect). Pada pelaksananaan pembelajaran dengan menggunakan teori belajar dari Thorndike adalah agar siswa menguasai materi tertentu, maka diawali dengan kesiapan siswa untuk belajar, baik secara fisik maupun mental, misalnya dengan berdoa terlebih dahulu kemudian disampaikan manfaat mempelajari materi tersebut.

Selanjutnya guru mulai menyampaikan materi pelajaran. Agar pemahaman siswa menjadi lebih baik, perlu diberikan latihan-latihan soal. Misalnya jika guru mengajarkan bagaimana menjumlahkan dua pecahan, guru harus memberikan latihan berulang-ulang dengan soal latihan penjumlahan dua pecahan. Agar siswa semangat untuk berlatih, untuk setiap jawaban yang benar guru memberikan reward (hadiah), baik berupa ungkapan verbal ataupun yang berbentuk simbol, misalnya nilai.

Begitu pula ketika guru memberikan pelajaran tentang lingkungan alam dan buatan di sekitar, guru perlu menayangkan gambar atau video, sehingga siswa tertarik pada pelajaran tersebut. Ini berarti sesuai dengan hukum kesiapan, bahwa semakin siswa tertarik terhadap materi pelajaran maka siswa tersebut semakin siap dalam mengikuti pelajaran.

Kemudian agar materi tersebut mudah diterima oleh siswa, guru memberikan soal-soal yang yang harus dikerjakan oleh siswa. Selain dengan cara tertulis, soal-soal tersebut disampaikan lagi dengan cara lisan. Dengan cara tersebut, lama-kelamaan siswa akan menguasai materi tersebut.

Untuk informasi yang lebih lengkap dari Materi PPG Guru Kelas Madrasah di atas maka sebaiknya anda Download Modul PPG Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas MI pada tautan yang telah disediakan di akhir artikel.

Download Materi PPG Kemenag Mata Pelajaran Pedagogik Guru Kelas


Supaya materi yang anda dapatkan lebih lengkpa dan terperinci maka silahkan Unduh Modul PPG Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas Madrasah pada tautan yang telah disediakan di bawah ini
materi ppg kemenag guru kelas 
Jangan lupa bagikan informasi tentang Materi PPG Kemenag Mata Pelajaran Guru Kelas Madrasah ini ke rekan Guru Lainnya agar bermanfaat. Dapatkan update Modul PPG lainnya langsung ke smartphoen anda dengan mengikuti dapodikdasmen disini >> Follow

Baca juga:

Buka Komentar